Rabu, 10 Agustus 2011

Rapat Evaluasi Pesrom


GOOD JOB’ PANITIA
Selesainya kegiatan Ramadhan In Pesantren yang mendatangkan peserta SMAN 21 Surabaya dapat dikatakan sukses besar dan good job untuk panitia. Hanya puja dan puji syukur kepada Allah yang pantas dan patut diucapkan.
Panitia terlihat masih bersemangat meghadapi tantangan PESROM kedua yang akan disambangi oleh SMAN 6 Surabaya dalam dua gelombang. Gelombang pertama besok Senin ( 7/08 ) dan gelombang kedua hari Selasa tepat setelah acara Harlah Al-Hikam ( 18/08 ). 
            Tak tahu apa yang harus dikatakan
dengan suksesnya pesrom pertama walau banyak sekali kekurangan yang dapat menjadi bahan evaluasi pesrom selanjutnya. Mungkin teman teman penasaran bagaimana persiapan panitia pesrom untuk menghadapi pesrom kedua. Inilah cuplikan tulisan yang dapat dinikmati bagi pembaca khususnya panitia pesrom yang tidak mengikuti rapat evaluasi tadi malam ( 6/08) di kantor kesektariat pesrom.
            Ketua pelaksana pesrom kedua, Fathurrahman Al-Aziz cukup tegas dan tenang dalam menyampaikan hal – hal yang harus disiapkan oleh setiap divisi panitia. Sebelumnya, sebagai pendahuluan, ia menjelaskan bahwa pihak guru SMAN 6 Surabaya akan mengunjungi Al-Hikam hari ini, untuk menyelesaikan persoalan pesrom terutama administrasi. Perlu diketahui, peserta pesrom kali ini lebih banyak yaitu 288 peserta dengan rincian 124 putra dan 164 putri, 18 guru pendamping dan 20 mentor.
            Yang mengagetkan, perjalanan para peserta  tiba di Al-Hikam akan menggunakan kereta dan pihak SMAN 6 memohon untuk disiapkan Bis namun pak Khalis tidak mau untuk menyiapkan itu alias cari sendiri. Dengan ketegasannya, Aziz mengusulkan untuk salah satu panitia mencarikan bis besok pagi bersama pihak SMAN 6.  Ada usulan lain, bagaimana kalau pakai angkot sekitar 30 buah. Biar rame katanya. Dibantah saja dengan Taufiq sebagai keamanan bahwa tidak usah pakai angkot karena nanti akan menyulitkan pemarkiran. Wong katanya 3 bis kemarin saja bingung apalagi 30 angkot yang membawa 288 peserta. Berbeda dengan perjalanan pulang, SMAN 6 memakai bis.
            Catatan kepada panitia lain yaitu perlengkapan bahwa, pesrom kedua, kursi di gedung induk itu diperkirakan kurang. Maka dari itu, perlengkapan segera menghubungi mas Akhyar atau siapa , kemana nanti akan menyewa. Tapi sampai  Kedua ,  harap tempat wudlu sebelah selatan ditambahkan karena peserta lebih banyak seperti yang diusulkan ustadz Nafi’. Lalu  melengkapi kekurangan kamar baru di gedung induk lantai dua seperti tempat handuk dll. Rekomendasi keamanan kepada perlengkapan untuk menambah bolongan ces-san dan terakhir untuk menambah space tempat shalat karena kita lihat saja pesrom pertama sudah penuh dan bagaimana pesrom selanjutnya. Lihat saja project kedepan panitia pesrom II.
            Untuk konsumsi harap dicari piring yang hilang. Info terakhir menurut shahib ( anggota konsumsi )  bahwa dari 190 piring tersisa 180 piring. Dibantah saja oeh kapel bahwa kapel mendapat informasi dari CO Konsumsi, Qabil bahwa dari 190 tersisa 160 piring. Kemanakah 30 piring yang lainnya. Yap, menjadi bahan evaluasi bahwa kehilangan piring kemarin karena panitia bagian itu meninggalkan piringnya tanpa dicuci dahulu. Dan dijelaskan bahwa piring harap diletakkan di bawah meja besar  mahad aly. 
            Karena peserta lebih banyak, divisi konsumsi meminta kapel untuk menambah personil konsumsi. disepakati dua orang . Pertama ruddi dan kedua masih dalam proses pencarian.
            Divisi acara kebagian jatah dari Kapel untuk merubah sebagian jadwal pesrom II seperti jadwal mentoring dimajukan, dipersempit atau terserah acara dengan melihat sisi positif ke depan. Kata farih nanti kalau dimajukan mentoring sorenya maka akan mempersempit waktu mandi sedangkan peserta begitu banyak. Lalu ditanggapi Aziz bahwa bagaimana kalau materinya yang dipersempit. Bagaimanapun divisi acara akan melakukan Rapat besar antar acara.
Yang lainnya, sie. acara diharapkan memberi tahukan kepada pihak SMAN 6 untuk peserta tidak perlu membawa sepatu cukup sandal saja. Karena kata Khawasi nanti kasihan yang tidak membawa sandal, kesana kemari memakai sepatu yang seharusnya pakai sandal. Kasihan pesertanya.
            Disela-sela rapat, farih menyampaikan curhat dari anggota Pubdekdok bukhari untuk tidak menganggu kerja kerjanya khusunya di smesco. Kalau dia kerja, biarkan saja. Gak  usah diganggu untuk mengerjakan ini dan itu. karena sudah punya waktu sendiri dalam mengerjakan sesuatu.  Begitu singkatnya.  Dalam rencana, personil pubdekdok akan ditambah 2 sampai 3 orang.
            Bagi Kestari untuk menyelesaikan hal – hal yang belum diselesaikan seperti pembagian kamar bagi peserta dll. Itu saja, terakhir untuk keamanan agar segera memperjelas tugas – tugas masing-masing keamanan . karena jika diperhatikan, kerja keamanan kurang jelas. Maka harus diperjelas, siapa yang bagian di atas dan siapa yang bagia sini dan sana.
            Persoalan jaket yang nanti akan dibagikan kepada setiap paniti dan mentor. Jika dihitung, anggaran per-orang 100 ribu dan dikalikan ( Panitia = 40 dan mentor 20) 60 orang menjadi 6 juta rupiah khusus untuk jaket. Kata Aziz, dana seperti itu belum ada. Bagaimana kalau panitia ikut iuran 10 ribuan atau berapa. Sodiq memperkuat bahwa demi kemaslatahan bersama lebih baik untuk iuran tidak melebihi 10 ribu.
            Karena peserta lebih banyak dari segi kuantitas maka perlu menambah personil untuk divisi kesehatan. Usulan Farih agar Ali syain menjadi kesehatan, dan usulan lain Ijang dan Yogi karena alasan mereka termasuk PMR ( Palang Merah Remaja ). Siapa yang mendesain jakaetnya, ya itu belum ada. Sodiq mengusulkan dalam bagian jaket dan yang terkait agar dihendel langsung Sofi Mahmud.
            Lagi-lagi sebab banyaknya peserta, kantor kesektariat pesrom dipindahkan ke ruang makan guru dan tentunya divisi konsumsi menanyakan dimana tempat ruang makan guru selanjutnya. Dengan ketenangan, Aziz menjawab sekaligus terseyum bahwa sudah disepakati bahwa tempat ruang makan guru itu di kantor dirasah. Tentu saja, jawaban itu melegakan divisi konsumsi karena kerjanya menjadi lebih ringan dapat membagi konsumsi antar guru dan peserta tidak usah jauh jauh alias saling berdekatan.
            Semuanya sudah fix, shalihan angkat bicara sendirian. Ia mengaku menjadi panitia tersantai. Maka dari itu, ia mohon digantikan orang yang lebih profesionalis. Belum selesai bicara, teman panitia tidak setuju dengan mundurnya Shalihan. Farih mengusulkan agar Shalihan tak usah keluar namun ganti jabatan saja, dengan apa yang Shalihan mau. Dan hasil akhir, Shalihan masih ditetapkan menjadi panitia pesrom II dan tak apa meninggalkan pesrom III. Uenake, penulis juga ingin seperti itu.
            Persoalan lain, dimana tempat tidur panitia pesrom. Apakah di kamarnya. Disepakati yaitu di kantor kesektariat dan gedung ma’had aly. Selain tempat itu, panitia tidak tidur.
            Mungkin persoalan ini adalah hal yang paling berkesan dalam evaluasi pesrom. Sodiq akhirnya menyampaikan uneg – uneg yang menjadi perwakilan dari seluruh panitia pesrom. Dia sampai sekarang masih bertanya apa sich maunya mas Sofi. Telah dibuktikan bagaimana kinerja panitia pada pesrom I. “Dan  sampai sekarang kami masih sakit hati dengan kejadian itu” ucap Sodiq. Farih membalas bahwa dia sudah menyuruh Sofi untuk minta maaf. Dan sofi bilang bahwa dia sudah minta maaf via sms. Sodiq bilang, “sms gak cukup mas, gak sebanding dengan kejadian itu. kita bukan anak kecil pake sms-an”. Dan ternyata, yang parah. Panitia tidak merasa sama sekali menerima sms permohonan maaf seperti yang dikatakan farih.  
            Tidak cukup itu, peristiwa lain yang mengharukan adalah hilangnya personil pubdekdok Bukhari yang bekerja dengan bagus. Dia memohon untuk mundur, karena apa. Yap, kita tahu sendiri. Katanya karena dia memfokuskan kerja kepanitian pesrom tanpa menyegaja mengabaikan dua kinerja lain yaitu takmir dan smesco eh ternyata dia harus menerima marahan dari ketua smesco dan ketua takmir.
            “Bukan masalah kerja bagus” kata Bukhari. Farih memotong “Bahwa sudah direstui waktu anda kerja silahkan kerja malah sudah saya bilangin ke mas Wildan ketika anda kerja jangan diganggu gugat”.
 Namun Bukhari tetap bersikukuh dengan argument “Bingungnya, tekanan batin saya punya tanggung jawab di sini ( pesrom ) , punya tanggung jawab di takmir, dan di smesco. Saya ketika disini( kepanitian pesrom )  takmir terbengkala dan smesco dimarahin ama ketua kemudian karena saya fokus disini kadang saya ngedit foto disini. Hati saya gak enak. Sampai  saya kemarin ingin menangis ya menangis, karena habis capek dimarahin dibilangin gak ada tanggung jawab. Kaya takjil , rapat pertama saya mohon maaf gak bisa di takjil. Tapi  ternyata takmir gak jalan karena saya tidak disitu. Banyak pengeluaran dan pemasukan gak jelas. Yang tanggung jawab saya. Di smesco saya  dimarahin terus karena, banyak idzin”.  
            Email : sabiq95@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar