Sabtu, 13 Agustus 2011

Ide yang berubah menjadi sebuah Impian dan realita


Ahad, 14 Ramadhan 2011



Dahulu, tepatnya di tahun 1993 silam saya baru tahu bahwa menghafal al-Qur'an unik dan istimewa. Setidaknya ketika saya berjumpa dengan hafiz al-Qur'an (penghafal al-Qur'an 30 juz) yang berkhidmat di sekolah Aliyah di salah satu bilangan Jakarta Selatan.

Saya mengenalnya sebagai seorang guru yang kemudian dipanggil ustaz. Selain hafal al-Qur'an 30 juz, ustaz ini juga memiliki background
syar'i (ilmu agama). Beliaupun kemudian mengajar al-Qur'an bagi murid-murid di sekolah Aliyah saya itu.
Selama 3 tahun ustaz itu berkhidmat mensyiarkan Islam. Tentu saja, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan baik itu. Saya manfaatkan peluang untuk belajar dan menghafal dari beliau. Bukan cuma itu, saya juga memasang target untuk selesai menghafal al-Qur'an dalam jangka waktu 3 tahun lama, se-lama saya belajar di tingkat tinggi itu.

Ada banyak kenangan yang tidak pernah saya lupakan dahulu itu. Yakni, saya '
jatuh cinta' kepada al-Qur'an. Baik dalam arti tilawah (membaca) dengan benar, menghafal, memahami dan membudayakannya dalam aktifitas ibadah sehari-hari. Masa tiga tahun memang bisa dikatakan cepat bagi ukuran seorang pelajar yang sedang menimba ilmu. Apalagi ditambah dengan aktifitas menghafal al-Qur'an yang cukup berat dan meletihkan.

Tentu saja niat saya itu tidak datang begitu saja. Banyak faktor yang membuat saya mau menghafal al-Qur'an. Di antaranya adalah stimulasi atau rangsangan bahwa menghafal al-Qur'an itu adalah hidayah dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang baik dan sholeh. Hanya dengan bimbingan al-Qur'an, seorang muslim akan selalu berada dalam nikmatnya petunjuk Allah swt. Ini disebabkan karena al-Qur'an itu sendiri adalah sumber hidayah dan kebaikan dari Allah. Siapa saja yang ingin bahagia dan dicintai-Nya maka yang bersangkutan harus pandai berinteraksi dengannya. Dan itulah yang saya lakukan.

Berawal dari ide ingin menjadi hafiz al-Qur'an seperti guru saya, keinginan itu terus menggebu-gebu merasuk ke dalam lubuk hati saya yang paling dalam. Saya ingin menjadi salah satu hamba pilihan-Nya, yang kelak akan diberi kehormatan khusus di akhirat.

Ide itulah yang semakin menguatkan tekad saya. Tekad ini semakin menguat ketika sang guru saya itu mengisahkan tentang keutamaan para huffaz selama hidup di dunia. Ibadah terbantu, kepekaan bertambah, mental terasa, dan rasa semakin dengan Allah dan kehidupan ini. Yang jelas, para huffaz benar-benar
mumayyiz (berbeda dalam segala hal).

Mengapa? Karena setelah mereka selesai menghafal, maka amanah itu harus selalu dijaga sampai kelak mereka kembali kepada Allah, Sang pemilik al-Qur'an ini.

Ini persis seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah dalam hadits shohih:
يا غلام إحفظ الله يحفظك، إحفظ الله تجده تجاهك

Artinya: "
Hai anakku, jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada di hadapanmu.."

Nah, dengan menjadi seorang penghafal al-Qur'an, setidaknya diri seseorang akan selalu membacanya setiap waktu. Kapan dan di manapun. Ayat-ayat Allah selalu segar bersamanya. Dan pada saat itulah ia tengah menjaga Allah dan selalu waspada akan segala dosa dan nista.

Itulah akhirnya yang menjadi motivasi saya mengapa harus menghafal al-Qur'an dan merealisasikannya kemudian dalam bentuk amal dan penunjang ibadah sehari-hari.

Mari hiasi diri dan lisan kita dengan bacaan ayat-ayat suci al-Qur'an yang lembut dan sejuk.

Wallahu a'lam bish-Showab

(hidayatullah, Lc al-Hafiz

Hidupkan Malam di Bulan Ramadhan


Waktu malam pada bulan Ramadhan memiliki kesan khusus yang berbeda dengan seluruh malam dalam setahun. Inilah di antara keistimewaan Ramadhan. Anda melihat shalat malam begitu mudah dilaksanakan oleh semua orang. Hingga Anda menjumpai sebagian orang yang tidak mengerjakan shalat wajib di luar Ramadhan, mereka mengerjakan shalat malam pada bulan Ramadhan, meski dengan niat yang berbeda-beda.
Shalat malam (disebut shalat tarwih di bulan Ramadhan), agar dinilai sebagai amal shaleh, harus lahir dari niat yang ikhlas. Bukan sekadar turut ramai. Atau bagi muda-mudi, sebagai ajang mencari pasangan.
Agar niat kita tidak keliru, kita perlu mengetahui keutamaan-keutamaan di balik shalat malam (tarwih), di antaranya adalah:
1. Sebab datangnya ampunan
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
]مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ[
 “Barangsiapa yang mengerjakan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya akan diampunilah dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaih).
Shalat malam pada bulan Ramadhan adalah bagian dari keimanan dan menjadi sebab datangnya ampunan atas dosa-dosa terdahulu.
2. Allah membanggakan orang-orang yang shalat malam
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
“Jika seseorang bangun malam dan mengerjakan shalat, namun kemudian ia mengantuk dan tertidur dalam sujudnya, Allah berfirman kepada malaikat-malaikat-Nya, “Lihatlah wahai malaikat-malaikat-Ku, ini hamba-Ku, nyawanya ada pada-Ku dan tubuhnya ada di hadapan-Ku, tulislah baginya shalat malamnya, dan tetapkan tidurnya sebagai sedekah dari-Ku kepadanya.” (HR. Ibnu Majah. Dinyatakan shahih oleh Al Albani).
Mahasuci Allah Yang Mahamulia. Di hadapan malaikat-malaikat-Nya, Dia سبحانه وتعلى membanggakan orang yang sujud meskipun tertidur. Lantas bagaimana menurut Anda dengan orang yang terbangun dan bersungguh-sungguh dalam beribadah?
3. Jalan menuju cinta Allah
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ada tiga orang yang dicintai Allah dan Allah bergembira serta tertawa terhadap mereka.”
Beliau menyebutkan bahwa di antara mereka adalah, “Orang yang memiliki istri yang cantik dan tempat tidur yang nyaman. Kemudian dia bangun dan mengerjakan shalat. Allah سبحانه وتعلى berfirman kepada malaikat-malaikat-Nya, “Lihatlah, wahai malaikat-malaikat-Ku, ini hamba-Ku. Dia memiliki tempat tidur yang nyaman dan istri yang cantik. Namun dia meninggalkan tempat tidur dan istrinya. Kemudian dia bangun dan mengerjakan shalat untuk mencari perhatian-Ku dan membaca ayat-ayat-Ku. Seandainya dia menghendaki, bisa saja dia tetap tidur.” (HR. Hakim. Dinyatakan shahih oleh Al Albani).
Lihatlah, bagaimana setiap yang Anda persembahkan kepada Allah سبحانه وتعلى, memiliki kedudukan yang berharga di sisi-Nya dan memiliki tempat tersendiri di sisi Allah. Perhatikanlah ketika Allah berfirman kepada malaikat-malaikat-Nya, “Seandainya dia menghendaki, bisa saja dia tetap tidur.”
Allah senantiasa menjaga setiap amal kebajikan Anda. Kalahkan kantuk dan tidur Anda. Pilihlah untuk mengerjakan shalat malam. Agar Allah mencintai Anda, gembira terhadap Anda, dan tertawa karena Anda.
4. Shalat malam adalah kemuliaan
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
شَرْفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَيْلِ
 “Kemuliaan orang beriman adalah shalat malam.” (HR. Hakim. Dinyatakan shahih oleh Al Albani).
Ternyata, Allah سبحانه وتعلى menjadikan kemuliaan seorang Muslim terletak pada shalat malamnya. Bukan pada harta yang melimpah, atau tingginya jabatan.
5. Shalat malam bersama imam dicatat sebagai shalat semalam suntuk
Siapa yang mengerjakan shalat malam pada bulan Ramadhan bersama imamnya, akan dicatat untuknya shalat semalam suntuk. Disebutkan dalam hadits Abu Dzar bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,
“Jika seseorang mengerjakan shalat bersama imam hingga dia selesai (bubar), maka  terhitung baginya sebagai shalat satu malam penuh.” (HR. Ahmad, dinyatakan shahih oleh Al Albani).
Segeralah menunaikan shalat tarwih di malam Ramadhan, dan bersabarlah sejenak bersama imam hingga ia menyelesaikan shalatnya agar Allah menyambut Anda dan Anda dicatat telah shalat semalam suntuk.
6. Termasuk golongan yang manakah Anda?
Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga bersabda, “Sesungguhnya seseorang benar-benar berlaku jujur dan senantiasa berlaku jujur hingga ditetapkan di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya, seseorang benar-benar berdusta dan senantiasa berdusta hingga ditetapkan di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Muslim).
Membaca hadits ini, seorang Muslim akan menyadari bahwa dia memiliki nama di sisi Allah, yang dengan nama itulah dia dikenal di sisi Allah سبحانه وتعلى. Sebagai orang jujur, atau pendusta.
Terkait dengan shalat malam, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Siapa yang mengerjakan shalat malam dengan membaca sepuluh ayat, dia ditetapkan sebagai orang-orang yang tidak lalai. Adapun siapa yang megerjakan shalat malam dengan membaca seratus ayat, maka dia ditetapkan termasuk golongan qanitin (orang-orang yang taat). Dan siapa yang mengerjakan shalat malam dengan membaca seribu ayat, maka dia ditetapkan termasuk golongan muqanthirin (orang-orang yang mendapatkan karunia dan keberkahan melimpah).”  (HR. Abu Dawud. Dinyatakan shahih oleh Al Albani).
Maka hendaknya kita memilih suatu amalan, yang dengan amalan ini ditetapkan bagi kita satu nama di sisi Allah سبحانه وتعلى. Anda bebas memilih, ditetapkan sebagai orang-orang yang tidak lalai, atau qanitin, atau muqanthirin.
7. Berhak menyandang predikat shiddiqin dan syuhada
Orang yang melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan berhak menyandang nama shiddiqin (orang-orang yang jujur dan berlaku benar) dan syuhada (orang-orang yang ditetapkan sebagai syahid atau pembela Islam).
Seorang laki-laki datang kepada Nabi صلى الله عليه وسلم lantas bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurut Anda jika aku bersaksi bahwa tidak ada Zat yang berhak diibadahi selain Allah dan sesungguhnya Anda adalah utusan Allah. Saya mengerjakan shalat lima waktu, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan mengerjakan shalat malam pada bulan Ramadhan. Termasuk golongan manakah saya?”
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Termasuk golongan shiddiqin dan syuhada.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibn Hibban. Dinyatakan shahih oleh Syekh Al Albani).
Ternyata, shalat tarwih yang mungkin dianggap sebagian masyarakat Muslim sebagai ritual biasa di bulan Ramadhan, dapat mendatangkan keberuntungan di atas keberuntungan.
8. Kafilah orang-orang shaleh
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, karena shalat malam adalah tradisi (kebiasaan) orang-orang shaleh sebelum kalian.” (HR. At-Tirmidzi. Dinyatakan shahih oleh Al Albani).
Siapa yang ingin bergabung dengan kafilah orang-orang shiddiq dan syuhada serta orang-orang shaleh? Bergabunglah bersama orang-orang yang menjadikan shalat malam sebagai tradisi mereka.
9. Shalat malam untuk kesembuhan dan kebugaran
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
“Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, karena shalat malam adalah tradisi (kebiasaan) orang-orang shaleh sebelum kalian, dapat menghindarkan dosa, dan mengusir penyakit dari tubuh.” (HR. At-Tirmidzi. Dinyatakan shahih oleh Al Albani).
Bagi para pencari kesehatan, hendaknya mengerjakan shalat malam. Jika Allah ridha dan menerimanya, Dia akan menghindarkan berbagai penyakit dan gangguan kesehatan dari tubuh Anda.
10. Perlindungan dari dosa
Dalam hadits yang disebutkan dalam poin kesembilan, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan sebagian keutamaan shalat malam adalah menghindarkan pelakunya dari dosa yang akan datang serta menghapuskan dosa yang telah lalu.
Sebagaimana yang diungkapkan oleh Al Hasan—rahimahullah, “Barangsiapa yang melalui malamnya dengan kebaikan, maka dia akan dijamin dengan perlindungan pada siang harinya. Dan siapa yang melalui siangnya dengan kebaikan, maka dia dijamin dengan perlindungan pada malam harinya.”
11. Shalat malam adalah cahaya wajah dan hati
Al Hasan—rahimahullah—ditanya, “Meng-apa orang-orang yang mengerjakan shalat malam adalah orang-orang yang paling indah wajahnya?” Al Hasan menjawab, “Mereka menyendiri dengan Allah pada waktu sahur, maka Allah membalut mereka dengan cahaya-Nya.”
Benar, orang-orang yang mengerjakan shalat malam adalah orang-orang yang paling indah dan bercahaya wajahnya. Kesahajaan mereka tampak jelas. Keelokan mereka sangat menawan. Dan keceriaan tampak nyata pada diri mereka. Tidakkah kita ingin mendapatkan keutamaan yang melimpah ini?
Wafii dzaalika fal yatanaafasil mutanaafisuun…
Disarikan dari “Asraarul Muhibbiin fii Ramadhan” karya Syekh Muhammad Husain Ya’qub.

Related posts:
  1. Tips Hafal Al Qur’an : Metode Sederhana Menghafal Al-Qur’an Bagi Orang-Orang Sibuk
  2. SURAT TERBUKA UNTUK SANG ARTI

40.000 Penghafal al-Qur'an adalah Jawabannya



Perdana Menteri Palestina di Gaza, Ismail Haneyya, mengutuk Pastor Terry Jones yang menyerukan untuk membakar Quran di Negara Bagian Florida, Amerika. Ia menambahkan bahwa respon pemerintah Palestina untuk peristiwa ini adalah mempersiapkan 40.000 penghafal Quran.

Haneyya mengatakan dalam khotbah Idul Fitri-nya bahwa proyek Zionis terus menyusut dan kemenangan rakyat Palestina lebih dekat daripada yang mereka pikirkan.



Ia menambahkan bahwa Otoritas Palestina di Ramallah telah melakukan tiga dosa selama bulan Ramadhan. Yang pertama, negosiasi langsung dengan pendudukan Israel, dan bahwa negosiasi itu ditolak dan tidak diamanatkan oleh rakyat Palestina sama sekali untuk bernegosiasi atas nama mereka.

Hanniya menyebutkan dosa kedua Otoritas Palestina adalah perang mereka terhadap agama dan masjid-masjid dan mengatakan bahwa kebijakan seperti itu secara luas ditolak oleh rakyat Palestina.

Adapun dosa yang ketiga, dia mengatakan, adalah memburu para pejuang di Tepi Barat, menekankan bahwa rakyat Palestina menolak kebijakan tersebut dan bahwa pemerintahnya menolak koordinasi keamanan antara Otoritas Palestina dan pendudukan Israel.

Dalam kesempatan ini, Hanniya mengucapkan selamat Idul Fitri kepada orang-orang Arab dan umat Islam umumnya. "Salam khusus kepada keluarga syuhada, tawanan dan mereka terluka, serta mereka yang rumahnya hancur oleh Israel."

Haniyya menyerukan kunjungan ke keluarga syuhada, tawanan yang terluka karena itu akan meningkatkan solidaritas dan memperkuat ketabahan keluarga-keluarga tersebut. (Eramuslim)

Tips Hafal Al Qur’an : Metode Sederhana Menghafal Al-Qur’an Bagi Orang-Orang Sibuk

Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiym.
Assalaamu ‘alaykum warahmatullaahi wabarakaatuhu.
Alhamdulillah, Washshalatu wassalaamu ‘alaa Nabiyyinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi ajma’iyn. Ammaa ba’du.
Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy’an, banyak hadits yang menyebutkan tentang keutamaan menghapal Al-Qur’an, dan sepantasnya di hati setiap orang yang beriman memiliki keinginan yang kuat untuk menghafalkannya, dan senantiasa memiliki kecemburuan terhadap para penghafalnya, namun kecemburuan yang kami maksud bukanlah kecemburuan negatif yang menghendaki hilangnya suatu nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla kepada saudaranya dan kemudian nikmat tersebut beralih kepadanya, bukan itu Ikhwan dan Akhwat sekalian,

akan tetapi yang kami maksud di sini adalah kecemburuan positif di mana kita pun menginginkan nikmat yang sama tanpa ada keinginan agar nikmat tersebut hilang dari saudara kita, sehingga kitapun saling berpacu bahkan saling tolong menolong dalam menggapai kebaikan tersebut.
Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy’an, sebelum kami masuk ke pembahasan metode maka terlebih dahulu kami ingin melampirkan beberapa dalil tentang keutamaan menghafal Al-Qur’an, dengan harapan ini semua akan lebih memacu kita semua untuk berusaha dan terus berusaha menghafalkan Al-Qur’an tersebut tanpa ada kata menyerah hingga KETETAPAN ALLAH datang menghampiri kita semua, Insyaa Allah, Allahu Akbar…!!! 1. Hati seorang individu Muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah ‘Azza wa Jalla.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu:
“Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh”. (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dari Ibnu Abbas (2914), ia berkata hadits ini hasan sahih).
2. Memperoleh penghormatan dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam.
Dari Abi Hurairah Radiyallahu ‘anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam mengecek kemampuan membaca dan hafalan Al Qur’an mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana hafalan Al-Qur’an-nya. Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam :”Berapa banyak Al Quran yang telah engkau hafal, hai Fulan?” ia menjawab: aku telah menghafal surah ini dan surah ini, serta surah Al-Baqarah. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam kembali bertanya: “Apakah engkau hafal surah Al-Baqarah?” Ia menjawab: Betul. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:”Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!”. Salah seorang dari kalangan mereka yang terhormat berkata: Demi Allah, aku tidak mempelajari dan menghafal surah Al-Baqarah semata karena takut aku tidak dapat menjalankan isinya. Mendengar komentar itu, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Pelajarilah Al Qur’an dan bacalah, karena perumpamaan orang mempelajari Al Quran  dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang mempelajarinya kemudian dia tidur -dan dalam dirinya terdapat hafalan Al Qur’an- adalah seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik” (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2879), dan lafazh itu darinya. Serta oleh Ibnu Majah secara ringkas (217), Ibnu Khuzaimah (1509), Ibnu Hibban dalam sahihnya (Al Ihsaam 2126), dan dalam sanadnya ada ‘Atha, Maula, Abi Ahmad, yang tidak dinilai terpecaya kecuali Ibnu Hibban).
3. Penghafal Al Qur’an akan memakai mahkota kehormatan.
Dari Abi Hurairah Radiyallahu ‘anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: :”Penghafal Al Qur’an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Qur’an akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Qur’an kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Qur’an memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2916), Ibnu Khuzaimah, al hakim, ia meninalinya hadits sahih, serta disetujui oleh Adz Dzahabi(1/533).)
4. Dapat membahagiakan kedua orang tua, sebab orang tua yang memiliki anak penghapal Al Qur’an memperoleh pahala khusus.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
“Dari  Buraidah Al Aslami Radiyallahu ‘anhu, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Qur’an akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Qur’an akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”. Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Qur’an berkata; “saya adalah kawanmu, Al Qur’an yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Qur’an tadi diberi kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “kerana anakmu hafal Al Qur’an. “Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil). (diriwayatkan oleh Ahmd dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257).)
Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikanlah mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an” (Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilainya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi)
5. Akan menempati tingkatan yang tinggi di Surga Allah ‘Azza wa Jalla.
Sabda rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
“Dari  Sisyah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda; jumlah tingkatan-tingkatan surga sama dengan jumlah ayat-ayat Al Qur’an. Maka tingkatan surga yang di masuki oleh penghafal Al Qur’an adalah tingkatan yang paling atas, dimana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu.
6. Penghafal Al Qur’an adalah keluarga Allah ‘Azza wa Jalla.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
“Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu Ia berkata bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: “Ia itu ahli Qur’an (orang yang membaca atau menghafal Al- Qur’an dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.
7. Menjadi orang yang arif di surga Allah ‘Azza wa Jalla.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam “Dari  Anas Radhiyallahu ‘anhu Bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda; “Para pembaca Al Qur’an itu adalah orang-orang yang arif di antara penghuni surga,”
8. Memperoleh penghormatan dari manusia.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam  “Dari  Abu Musa Al Asya’ari Radhiyallahu ‘anhu Ia berkata bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Diantara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati Orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal Al-Qur’an yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al-Qur’an tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil.”
9. Hatinya terbebas dari siksa Allah ‘Azza wa Jalla.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam
” Dari Abdullah Bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu Dari  Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam Baginda bersabda: ” bacalah Al Qur’an kerana Allah tidak akan menyiksa hati orang yang hafal Al Qur’an. Sesungguhanya Al Qur’an ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkunya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al Qur’an maka hendaklah ia bergembira.”
10. Mereka (bagi kaum pria) lebih berhak menjadi Imam dalam shalat.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam :
“Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu Dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam beliau bersabda; “yang menjadi imam dalam solat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca (hafalan) Al Qur’an.”
11. Disayangi oleh Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
“Dari  Jabir Bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu Bahawa Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam menyatukan dua orang dari  orang-orang yang gugur dalam perang uhud dalam satu liang lahad. Kemudian nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam bertanya, “dari mereka berdua siapakah paling banyak hafal Al Qur’an?” apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya, maka Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad.”
12. Dapat memberi syafa’at kepada keluarga.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
“Dari  Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu: “Barangsiapamembaca Al Qur’an dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam surga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka.”
13. Merupakan bekal-bekal yang terbaik.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
“Dari  Jabir bin Nufair, katanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda; “Sesungguhnya kamu tidak akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling baik daripada sesuatu yang berasal dari-Nya yaitu Al Qur’an.
Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy’an, semoga setelah menyimak beberapa keutamaan menghafal Al Qur’an tadi antum sekalian sudah memberanikan diri untuk Bersumpah bagi diri kita masing-masing bahwa DEMI ALLAH selama kita masih diberi kesempatan dan kesehatan oleh Allah ‘Azza wa Jalla, maka selama itu pula kita akan terus berupaya untuk menghafalkan kitab termulia tersebut yakni Al Qur’an meski sedikit demi sedikit.
Baiklah Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullah, menghafal Al Qur’an bukanlah perkara yang mudah, dibutuhkan keinginan yang kuat, keistiqamahan, kesabaran, dan disertai dengan UPAYA NYATA yakni mau memulai dan terus berusaha tanpa kenal lelah apalagi kata “MENYERAH”, namun menghafal Al Qur’an juga bukanlah amalan yang mustahil untuk dikerjakan OLEH SIAPA PUN, sampai kepada kita yang memiliki seabrek kesibukan lainnya, namun perlu kami ingatkan sekali lagi, bahwa harus SABAR dan ISTIQAMAH…!
Bagaimana metode menghafal bagi orang-orang yang memiliki kesibukan…?
Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy’an, antum jangan berfikiran bahwa dengan metode ini antum akan menghafal Al Qur’an dalam waktu setahun atau dua tahun, tidak Ikhwan dan Akhwat sekalian, bahkan metode ini membutuhkan waktu 15 hingga 30 tahun, TERLALU LAMA…? terserah penilaian antum bagai mana, namun setidaknya INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAPAL SAMA SEKALI, mungkin antum khawatir akan diwafatkan terlebih dahulu sebelum menyelesaikan hafalan…? Maka kami sampaikan bahwa SETIDAKNYA KITA BISA BERBAHAGIA KARENA MENINGGAL DALAM KONDISI MEMBAWA NIAT YANG MULIA YANG DIBENARKAN OLEH AMALAN YANG TENGAH KITA LAKUKAN, dan juga antum jangan berfikiran bahwa ini adalah pekerjaan yang mudah untuk dikerjakan tanpa kesabaran, keistiqamahan, dan tindakan nyata, sebab tanpa semua itu berarti antum hanyalah BERANGAN-ANGAN…!
Syarat yang WAJIB untuk antum penuhi sebelum melaksanakan metode ini adalah:
1. Niat karena mengharap Keridhaan Allah.
2. Mampu membaca Al Qur’an dengan tartil (tajwid yang benar), atau setidaknya antum terus berusaha untuk memperbaiki kualitas bacaan Al Qur’an antum.
Berikut adalah metode yang Alhamdulillah telah kami buktikan sendiri dalam kurun waktu yang belum genap setahun ini:
1. Mulailah menghafal dari Juz 30 atau juz 29 atau juz 28, setelah itu silahkan mulai dari Juz 1 dan seterusnya.
2. Gunakan Mushaf Al Qur’an Huffadzh, yakni Al Qur’an cetakan standard international, di mana setiap juz-nya rata-rata terdiri dari +/- 10 lembar (20 halaman; di mana setiap halaman maksimal terdiri dari 15 baris), usahakan istiqamah dengan satu mushaf, tapi bukanlah alasan untuk tidak menghafal ketika suatu ketika antum lupa membawa mushaf antum, tetaplah menghafal meski dengan mushaf yang berbeda, ini hanya untuk lebih memudahkan antum dengan sebuah kebiasaan.
3. Persiapkan diri dengan mengatur 5 waktu khusus untuk menghafal dalam sehari, dan kami sangat menyarankan bahwa waktu tersebut adalah setiap antum selesai menunaikan shalat fardhu.
4. Setiap waktu tersebut, hafalkanlah 1 baris, jika hal tersebut masih terlalu berat bagi antum maka cukup hafal setengah baris saja setiap selesai shalat fadhu, dan jika setengah baris ini masih memberatkan bagi antum, maka ‘afwan karena kami hanya mampu menyarankan kepada antum PERBANYAKLAH ISTIGHFAR…!!! (Ikhwan dan Akhwan sekalian, dengan menghafal 1 baris setiap selesai shalat fardhu, berarti insyaa Allah dengan kesabaran dengan keistiqamahan, antum akan Menghafal seluruh Al Qur’an dalam waktu 15 tahun, dan jika antum hanya sangguf menghafal setengah baris setiap waktu yang telah ditentukan tersebut, maka insyaa Allah dengan kesabaran dan keistiqamahan, maka antum akan menghafal seluruh Al Qur’an dalam waktu 30 tahun, sekedar mengingatkan bahwa setidaknya INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAPAL SAMA SEKALI).
5. Jika memungkinkan, cobalah antum mencari sahabat atau teman yang bisa ikut menghafal bersama antum, sebab hal tersebut akan lebih menguatkan bagi antum, boleh dari saudara, teman, istri, atau suami, namun jika tak ada satu pun maka sendiri juga insyaa Allah tidak mengapa, ANTUM PASTI BISA…!!!
6. Jika antum memiliki media yang memungkinkan untuk membantu antum seperti HP, MP3/MP4 Player, atau apa saja yang dilengkapi dengan fasilitas recorder & playback maka gunakanlah media tersebut, rekam suara (bacaan) antum pada media tersebut agar antum bisa mendengarnya di setiap kesempatan sebelum tiba waktu selanjutnya, kegiatan ini sebagai media muraja’ah dengan pendengaran sekaligus melatih telinga kita untuk terbiasa tidak mendengar hal-hal yang sia-sia seperti lagu dan musik.
7. Banyak-banyak berdo’a kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar dimudahkan, diistiqamahkan untuk menghafal Al Qur’an, juga agar diberi usia, kesehatan, dan kesempatan untuk menyelesaikan cita-cita mulia ini.
8. Gunakan kesempatan Qiyam Al Layl sebagai waktu tambahan untuk memuraja’ah hafalan-hafalan antum.
MANAJEMEN KEGIATAN MENGHAFAL:
1. Target hafalan adalah 1 halaman terhafal dengan lancar setiap pekannya (bagi yang sanggup untuk menghafal 1 baris setiap waktunya), atau setengah halaman terhafal dengan lancar setiap pekannya (bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya), cara mencapainya:
- Ba’da Subuh mulai hafal 1 Baris / setengah baris (pilih salah satunya sesuai kesanggupan, kemudian istiqamah-lah!!!).
- Ba’da Dzhuhur tambah hafal 1 Baris / setengah baris.
- Ba’da Ashar tambah hafalan 1 Baris / setengah baris.
- Ba’da Maghrib tambah hafalan 1 Baris / setengah baris.
- Ba’da ‘Isyaa’ tidak perlu tambah hafalan, khususkan waktu ini untuk memuraja’ah (mengulang-ulang) semua hafalan yang telah di hafal hari itu, jangan lupa di antara waktu shalat fardu, manfaatkanlah media yang antum miliki untuk memuraja’ah hafalan antum melalui pendengaran.
- Lakukan hal di atas selama 4 hari berturut-turut (hingga antum menyelesaikan target antum dalam sepekan yakni 1 atau setengah halaman).
2. Dalam sepekan terdiri dari 7 hari, namun dengan metode ini insyaa Allah maksimal dalam 4 hari antum telah menyelesaikan target hafalan antum untuk sepekan, berarti masih tersisa 3 hari dalam sepekan tersebut, GUNAKANLAH 3 hari tersebut untuk memuraja’ah hafalan antum pada pekan tersebut, INGAT…!!! jangan terburu-buru untuk pindah ke hafalan selanjutnya, tetaplah istiqamah dengan target antum yakni 1 atau setengah halaman setiap pekannya.
3. Dalam sebulan, terdiri dari 4 pekan, berarti dengan metode ini antum akan menghafal 2 lembar setiap bulannya (bagi yang menghafal 1 baris setiap waktunya), atau 1 lembar setiap bulannya (bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya). Dari sini bisa kita ketahui bahwa dengan metode ini kita bisa menghafal 2 juz dalam waktu 10 bulan bagi yang menghafal 1 baris setiap waktunya, atau 1 Juz dalam waktu 10 bulan bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya, sebab 1 Juz = 10 lembar Al Qur’an, Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullah, ini berarti dalam setahun tersebut ada waktu 2 bulan tersisa yang lagi-lagi bisa kita manfaatkan untuk KHUSUS memperlancar hafalan kita tersebut. Sekali lagi kami ingatkan, bahwa JANGAN menambah hafalan antum di waktu-waktu yang telah kita khususkan untuk muraja’ah.
KESIMPULAN DARI PENERAPAN METODE INI:
1. Jika antum menghafal 1 baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang penghafal Al Qur’an dalam waktu 15 tahun, dengan kata lain “TIADA TAHUN KECUALI HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 2 JUZ”.
2. Jika antum menghafal setengah baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang penghafal Al Qur’an dalam waktu 30 tahun, dengan kata lain “TIADA TAHUN KECUALI HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 1 JUZ”.
KELAMAAN IKHWAN DAN AKHWAT SEKALIAN…???
SEKALI LAGI… INGATLAH PESAN KAMI INI:
IKHWAN… SETIDAKNYA INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAFAL SAMA SEKALI…!!!
AKHWAT… SETIDAKNYA INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAFAL SAMA SEKALI…!!!
Jika suatu ketika antum futhur (lesuh semangat) dalam menggapai cita-cita mulia ini, maka ingatlah (bacalah) kembali hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam tentang keutamaan dan kemualiaan para penghafal Al Qur’an, dan ingatlah kedua ibu bapak antum yang pastinya ingin untuk dipakaikan Pakaian Kemuliaan beserta Mahkota kemuliaan di Akhirat kelak.
Semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa melindungi kita dari kefuhuran, dan menjadikan kita semua sebagai hamba-hambanya yang hafal Al Qur’an, mengamalkan, dan mendakwahkannya, serta mematikan kita semua dalam kondisi dada yang menyimpan Al Qur’an beserta kemuliaannya. Aamiyn Yaa Rabbal ‘Aalamiyn.
Semoga bermanfaat, Salam dan do’aku untuk antum semua wahai saudara-saudariku seiman,
SUBHANAKALLAHUMMA WABIHAMDIKA, ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA, ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAYKA
Washallallahu ‘alaa Nabiyyinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi ajma’iyn, wa aakhiru da’waanaa ‘anilhamdulillahi Rabbil’aalamiyn.
AKHUKUM FILLAH,
-Imam Auliya-
Makassar, Rabu Masaa’ 27 Syawwal 1431 H / 6 Oktober 2010 M.
www.markazquran.com

Keren 10 Bersaudara Penghafal Al-Qur'an


Setiap orang tua muslim pasti ingin memiliki anak-anak yang hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Apalagi para kader dakwah yang sangat menyadari bahwa keluarga merupakan sasaran dakwah yang kedua; ishlahul usrah, setelah ishlahul fardi. Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini merupakan sebuah karya yang –seperti kata Ustadz Yusuf Mansur- akan menginspirasi banyak keluarga di tanah air. Ternyata membesarkan anak di masa sekarang untuk menjadi hafiz Al-Qur'an bukan sesuatu yang mustahil.

Buku ini adalah kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga dakwah. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. Mutammimul Ula adalah anggota DPR RI dari fraksi PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.


10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu adalah :



Anak Pertama (Sulung)

 
Afzalurahman Assalam
Putra pertama. Hafal Al-Qur'an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai pesertaPertamina Youth Programme 2007.

Anak Kedua

 
Faris Jihady Hanifa
Putra kedua. Hafal Al-Qur'an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur'an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.

Anak Ketiga


Maryam Qonitat
Putri ketiga. Hafal Al-Qur'an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar.

Anak Keempat


Scientia Afifah Taibah
Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur'an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.

Anak Kelima

 
Ahmad Rasikh 'Ilmi
Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur'an, dan duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.

Anak Keenam

 
Ismail Ghulam Halim
Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur'an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.

Anak Ketujuh


 
Yusuf Zaim Hakim
Putra ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur'an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.

Anak Kedelapan

 
Muhammad Syaihul Basyir
Putra kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur'an, Bogor. Yang sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur'an 30 juz pada saat kelas 6 SD.

Anak Kesembilan

 
Hadi Sabila Rosyad
Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an. Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi.

Anak Kesepuluh (Bungsu)

 
Himmaty Muyassarah
Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an.

Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini tidak hanya berisi bagaimana putra-putri Mutammimul Ula dan Wirianingsih menjadi penghafal Al-Qur'an. Di bagian pendahuluan terlebih dahulu dibahas Fakta Kemahaagungan Allah Menjaga Kemurnian Al-Qur'an sampai Akhir Zaman. Meliputi pembagian Al-Qur'an, Al-Qur'an sebagai Mukjizat, Sejarah Turunnya Al-Qur'an Kodifikasi Al-Qur'an, sampai Sejarah Pemeliharaan Kemurnian Al-Qur'an.


Pada bab 5 juga dibahas mengapa menjadi hafiz Al-Qur'an begitu penting. Penulis mengklasifikasikann ya menjadi 2 bagian: fadhail dunia dan fadhail akhirat. Fadhail dunia antara lain: hifdzul Qur'an merupakan nikmat rabbani, mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi penghafalnya, hafiz Qur'an mendapat penghargaan khusus dari Nabi (tasyrif nabawi), keluarga Allah di muka bumi. Sedangkan fadhail akhirat meliputi: Al-Qur'an menjadi penolong (syafaat) penghafalnya, meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota kemuliaan), kedua orangtuanya diberi kemuliaan, dan pahala yang melimpah.


Apa Kuncinya?

Apa kunci sukses keluarga Mutammimul Ula dan Wirianingsih mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu? Keseimbangan proses. Walapun mereka berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib adalah jadwal mereka berinteraksi dengan Al-Qur'an.

Beberapa hal yang mendukung kesuksesan ini adalah upaya mereka menjaga kondisi ruhiyah dalam keluarga:

1. Tidak ada televisi di dalam rumah
2. Tidak ada gambar syubhat
3. Tidak ada musik-musik laghwi yang menyebabkan lalai kepada Allah dan diganti dengan nasyid
4. Tidak ada perkataan yang fashiyah (kotor)

Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an adalah visi dan konsep yang jelas, yakni menjadikan putra-putrinya seluruhnya hafal Al-Qur'an. Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah Shubuh dan setelah Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Qur'an yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih batita, Wirianingsih konsisten membaca Al-Qur'an di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan mendirikan TPQ di rumahnya. Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah. Meskipun kebanyakan di waktu kecil mereka merasa terpaksan, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Qur'an sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal Al-Qur'an, mereka diberi hadiah.


Diadopsi dari Buku :

 
Judul Buku : 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an
Penulis : Izzatul Jannah – Irfan Hidayatullah
Penerbit : Sygma Publishing, Bandung
Cetakan Ke : 2
Tahun Terbit : Januari 2010
Tebal Buku : xiv + 150 halaman

Rabu, 10 Agustus 2011

“SAKIT HATI” TEROBATI


“SAKIT HATI” TEROBATI
Minggu pagi 07/08 , Sofi menepati janjinya yaitu mohon maaf kepada seluruh panitia pesrom ketika panitia berkumpul pada pagi hari dalam rangka gladi bersih mempersiapkan pesrom besok. Akhirnya, tepat pukul 08.00 pagi para

Hasil Rapat Evaluasi II


Hasil rapat evaluasi Pesrom 1432 H.

1)       Kalau peserta pesrom minta macam-macam kepada panitia seperti

Prosesi Penyambutan

Prosesi Penyambutan Ketua Pelaksana, Aziz dengan memberikan bunga kepada salah satu guru SMAN 6 Surabaya.

Ngapain Berdoa ?


MAKNA PENTINGYA BERDOA
Al-Hikam.- Pada malam Kamis ( 10/08 ) menjelang shalat witir setelah tarawih, pengajian ustadz Nafi di Masjid Al-Ghazali digantikan oleh ustadz Abdul Hadi. Dalam pengajian ini, Ustadz Abdul Hadi tidak melanjutkan penjelasan Hadist Al-Nawawiyah yang sudah mencapat hadist kedepalapan, beliau

Rapat Evaluasi Pesrom


GOOD JOB’ PANITIA
Selesainya kegiatan Ramadhan In Pesantren yang mendatangkan peserta SMAN 21 Surabaya dapat dikatakan sukses besar dan good job untuk panitia. Hanya puja dan puji syukur kepada Allah yang pantas dan patut diucapkan.
Panitia terlihat masih bersemangat meghadapi tantangan PESROM kedua yang akan disambangi oleh SMAN 6 Surabaya dalam dua gelombang. Gelombang pertama besok Senin ( 7/08 ) dan gelombang kedua hari Selasa tepat setelah acara Harlah Al-Hikam ( 18/08 ). 
            Tak tahu apa yang harus dikatakan

Bonex Tinggalkan Arema


          Al-Hikam - Rabu Siang ( 10/08 ), peserta Pesantren Ramadhan dari SMAN 6 Surabaya meninggalkan Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang. 3 hari sebelumnya, para peserta tiba tepatnya hari Senin ( 08/08 )  sekitar pukul 11.30 WIB. Perjalanan untuk sampai di Al-Hikam, peserta menggunakan kereta. Dilanjutkan dengan memakai angkot

Cerpen Pesrom Al-Hikam


Bonex datang Lagi !!!
Repot : Saat Chek In peserta SMAN 6 Surabaya Tantangan demi tantangan telah terlewati.  Khususnya Sie. Kestari yang telah mengerjakan kinerja paling ruwet. Yap, pembagian map dan isinya telah selesai untuk gelombang pertama SMAN 6 Surabaya. Walau masih ada kekurangan dan kesalahan dalam penulisan nama peserta dan lain lain. Berbeda dengan pesrom lalu,