Rabu, 10 Agustus 2011

Cerpen Pesrom Al-Hikam


Bonex datang Lagi !!!
Repot : Saat Chek In peserta SMAN 6 Surabaya Tantangan demi tantangan telah terlewati.  Khususnya Sie. Kestari yang telah mengerjakan kinerja paling ruwet. Yap, pembagian map dan isinya telah selesai untuk gelombang pertama SMAN 6 Surabaya. Walau masih ada kekurangan dan kesalahan dalam penulisan nama peserta dan lain lain. Berbeda dengan pesrom lalu,
Kestari harus kerepotan membagi map.  Ini karena salah satu konsep rapat persiapan yang kurang analisis.
            Pagi senin, terik matahari menyegat kulit sang penunggu kedatangan yang diharapkan.  09.oo WIB, panitia sudah stand by di posnya masing masing. Tepat pukul 11 Siang  angkot peserta tiba. Deg-degan semakin menjadi. Kestari harus berhadapan dengan para peserta putra dan putri untuk membagikan map. Namun penulis kebagian yang putri.
            Tak disangka, peserta harus mengantri dari ujung masjid sampai ujung lagi karena menunggu panitia Kestari membagi map. Konsep awal, yakni peserta mengenalkan namanya lalu kestari mencari nama dan kelompok serta kamar peserta itu. wah, kelepotan dan kerumetan. Paling parah, peserta harus mendikte namanya. “Siapa namanya dek?” Tanya Kestari “Izza” “SIapa dek ? “ I. Z.Z.A”  dengan nada sinis. Lama sekali pembagian map ketika itu, ditambah dengan kesalnya peserta menunggu dan harus kepanasan.
            Untung saja, Sie. Acara merekomendasikan konsep awal diubah dengan konsep lama yaitu panitia memanggil nama sesuai dengan urutan kelompok peserta. Hm, masih saja memakan waktu lama. Dengan inisiatif lain, karena sisa peserta putri terdata di kamar 5 seluruhnya. Maka Fauzi mengumumkan “Yang belum dipanggil langsung menuju kamar 5”, “Hore, hore “  tampak wajah bahagia peserta sisa itu, mungkin karena mereka merasa tidak harus menunggu dan dapat segera beristirahat. Kestari pun lega.
Senyum : Kapel Pesrom, Aziz saat menyambut KASEL SMAN 6 Surabaya            Pembagian map dimulai lagi di kamar 5 putri. Maaf ya disini membahas putri saja soalnya penulis hanya mengurusi yang putri saja. Untuk yang putra silahkan Tanya ke Mas Hasan dan Zaki. “Anggita, Ulfi Alayya” kesana dan kemari peserta yang belum dipanggil sampai akhirnya berakhirlah pembagian map. “Yang belum dipanggil harap keluar” ucap fauzi. Tanpa menunggu, dua - tiga putri keluar menuju panitia persisnya saya. “Siapa namanya dek?” kayaknya gimana mau bilang dek atau mbak. Wong seharusnya saya yang menjadi peserta karena kalau mau tahu umurku tidak jauh beda dengan peserta. Paling Cuma beda satu tahun, aku baru kelas dua SMA katanya peserta kelas satu SMA. Lupakan sajalah perbedaan itu.
            Lanjutin lagi, “Siapa namanya dek?” “Desy mas”. Mataku tanpa menunggu langsung melirik dan mengamati data nama peserta perkamar. Kok gak ada ya ?” pikirku dalam hati. “Hm, gak ada namanya dek, nanti ya tak ambilin map baru” kataku sambil jalan cepat mengambil map tanpa nama dan kelompok. Mungkin itu dulu singkat cerita bersama mereka.
            Penyambutan sekarang berbeda dengan yang lalu, dari segi lokasi dan tekhnis. Lokasi di tangga gedung induk dan bunga mawar  diberikan kepada Kepala Sekolah. Selanjutnya tak tahu menahu, info terbaru Pak Nafi tak dapat mengisi materi Kepesantrenan tadi. Mungkin sobat tahu sendiri, beliau sangat aktif dalam mengisi kegiatan ramadhan. Saat waktu menjelang berbuka, mengisi pengajian Mursyidul Amin dan setelah shalat tarawih menjelang witir untuk mengisi kulltum hadist Arbain. Rencananya hadist Arbain Al-Nawawi itu akan dikhatamkan selama bulan ramadhan penuh. Namun sampai saat ini, baru hadist keenam. Tak tahulah, khatam atau tidak. Wong yang terpenting adalah pengamalan dari hadist itu.
            Robi sempat kebingungan dan akhirnya ia memutuskan materi kepesantrenan diganti dengan perkenalan panitia dan pengkondisian yel-yel Senja Pesrom.  Perkenalan dimulai dari Alba diakhiri Robi. Dilanjutkan dengan nyanyi Yel-Yel Senja Pesrom. Begitu meriah dan seru kegiatan waktu itu.
Bawa Prinsip  3S  ( Santai, Serius & Sukses !!! ) .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar