Rabu, 10 Agustus 2011

Ngapain Berdoa ?


MAKNA PENTINGYA BERDOA
Al-Hikam.- Pada malam Kamis ( 10/08 ) menjelang shalat witir setelah tarawih, pengajian ustadz Nafi di Masjid Al-Ghazali digantikan oleh ustadz Abdul Hadi. Dalam pengajian ini, Ustadz Abdul Hadi tidak melanjutkan penjelasan Hadist Al-Nawawiyah yang sudah mencapat hadist kedepalapan, beliau
mengganti pembahasanya tentang doa. Khususnya ayat tentang doa yang berada di tengah penjelasan puasa ramadhan dalam Al-Qur’an.186. 
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Ayat ini menjelaskan tentang doa. Dengan keterangan sebab turunnya ayat ini ; ada rombongan orang baduy Arab. Mereka  datang menghadap  nabi Muhammad lalu berkata,, “Hai Muhammad, apakah tuhan kami dekat jika dekat maka kami akan berdoa kepadanya atau apakah jauh dan jika jauh maka kami akan memanggilnya. Kemudian Nabi diam sejenak lalu turunlah ayat ini. Dikatakan bahwa orang baduy adalah orang yang bersih hatinya, sholeh, jernih bathinnya dan  belum terpengaruh dosa.
Telah kita ketahui, bahwa ayat ini berada di tengah tengah ayat yang menjelaskan tentang perintah puasa ( Kutiba ‘Alaikum Al-Shiyam ). Maka itu mengindikasikan bahwa  pada bulan suci ramadhan doa- doa para hamba akan dikabulkan. Namun, tentu dalam doa tersebut ada etika atau tatak rama yang harus dimiliki oleh seorang yang berdoa. Semisal waktunya, yakni berdoa pada waktu yang mustajab seperti ketika di tengah malam, malam jum’at dan hari jum’at, setelah atau akan shalat.
            Para ulama, kakek, dan pendahulu menyadarkan kalau akan shalat jamaah biasanya ada pujian atau doa’ seperti rabbana dhalamna anfusana ( dari alquran ) dan seperti allah wujud qidam, baqa, dst. Itu semua sebenarnya  menanamkan akidah islamiyyah untuk pembaca dan pendengar dan agar membiasakan berdoa. Dalam suatu hadist dikatakan bahwa manakala seseorang berdoa di hari Jum’at bertepatan dengan waktu yang telah ditentukan maka pasti doa itu akan dikabulkan. Para ulama mengatakan bahwa waktu itu adalah antara dua khutbah jum’at, adakala yang mengatakan setelah ashar jum’at dan malam jum’at.
Suatu kebaikan, seseorang memohon didoakan oleh orang yang shaleh dan baik hatinya. Nyatanya,Nabi sendiri pernah meminta kepada sahabat Umar Bin Khatab R.A. untuk selalu didoakan dengan pernyataan “Pikirkan aku dalam doamu dan jangan lupakan aku dalam doamu”. Nabi Muhammad seorang yang mempunyai derajat tinggi itu masih ingin untuk didoakan dan ini menunjukan akan sifat ketawadhuan Nabi.
Bahkan suatu riwayat menceritakan, bahwa Nabi berpesan kepada Umar agar Umar memohon didoakan untuk diampuni dosa-dosa kepada seseorang yang akan berkunjung, berasal dari Yaman, namanya Quraisy Al-Qarani. Ia  adalah putra seorang ibu tua dan ia sangat menghormati dan mengabdikan dirinya kepada ibunya. Anak itu pernah mengalami penyakit dan akhirnya disembuhkan oleh Allah.
Suatu saat, waktu itu datang. Umar kedatangan rombongan tamu dari Yaman, saat itu Umar teringat pesan Rasulullah. Lalu Umar bertanya pada rombongan itu”Dari Mana Kalian ?, “dari Yaman. “Suku mana ?”, Suku Al-Qaroni”. Apakah ada seseorang bernama Quraiys ?”. Dijawab “Ada,”. Lalu Umar bertanya kepada Quraisy “ Wahai Qurais, apakah kamu mengabdi kepada ibumu setlus-tulusnya?. ” Ya”. “Doakan aku wahai pemuda, agar dosa-dosaku diampuni.”
 Inti dari cerita diatas yakni bahwa tidak diperbolehkan seseorang meremehkan doa. Tidak hanya mengandalkan usaha. Orang berusaha tanpa doa adalah orang sombong dan sebaliknya orang berdoa tanpa usaha adalah bohong. Maka dari itu manusia diperintahkan untuk berusaha dan berdoa agar apa yang dia inginkan dapat tercapai. Karena suatu permohonan, adakalanya dikabulkan atau diberikan langsung dan adakalnya ditunda atau disimpan untuk akhirat nanti.
Itulah sekilas penjelasan yang diberikan Ustadz Abdul Hadi kepada seluruh jamaah shalat Isya dan Tarawih tentang makna pentingnya berdoa di Masjid Al-Ghazali.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar