MAKNA PENTINGYA BERDOA
Al-Hikam.- Pada malam Kamis ( 10/08 ) menjelang
shalat witir setelah tarawih, pengajian ustadz Nafi di Masjid Al-Ghazali digantikan
oleh ustadz Abdul Hadi. Dalam pengajian ini, Ustadz Abdul Hadi tidak melanjutkan
penjelasan Hadist Al-Nawawiyah yang sudah mencapat hadist kedepalapan,
beliau
mengganti pembahasanya tentang doa. Khususnya ayat tentang doa yang berada di tengah penjelasan puasa ramadhan dalam Al-Qur’an.186.
mengganti pembahasanya tentang doa. Khususnya ayat tentang doa yang berada di tengah penjelasan puasa ramadhan dalam Al-Qur’an.186.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka
(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang
berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada
dalam kebenaran.
Ayat ini menjelaskan tentang doa. Dengan keterangan
sebab turunnya ayat ini ; ada rombongan orang baduy Arab. Mereka datang menghadap nabi Muhammad lalu berkata,, “Hai Muhammad,
apakah tuhan kami dekat jika dekat maka kami akan berdoa kepadanya atau apakah
jauh dan jika jauh maka kami akan memanggilnya. Kemudian Nabi diam sejenak lalu
turunlah ayat ini. Dikatakan bahwa orang baduy adalah orang yang bersih
hatinya, sholeh, jernih bathinnya dan belum terpengaruh dosa.
Telah kita ketahui, bahwa ayat ini berada
di tengah tengah ayat yang menjelaskan tentang perintah puasa ( Kutiba ‘Alaikum
Al-Shiyam ). Maka itu mengindikasikan bahwa pada bulan suci ramadhan doa- doa para hamba akan
dikabulkan. Namun, tentu dalam doa tersebut ada etika atau tatak rama yang
harus dimiliki oleh seorang yang berdoa. Semisal waktunya, yakni berdoa pada
waktu yang mustajab seperti ketika di tengah malam, malam jum’at dan hari jum’at,
setelah atau akan shalat.
Para ulama,
kakek, dan pendahulu menyadarkan kalau akan shalat jamaah biasanya ada pujian atau
doa’ seperti rabbana dhalamna anfusana ( dari alquran ) dan seperti allah
wujud qidam, baqa, dst. Itu semua sebenarnya menanamkan akidah islamiyyah untuk pembaca dan
pendengar dan agar membiasakan berdoa. Dalam suatu hadist dikatakan bahwa
manakala seseorang berdoa di hari Jum’at bertepatan dengan waktu yang telah
ditentukan maka pasti doa itu akan dikabulkan. Para ulama mengatakan bahwa
waktu itu adalah antara dua khutbah jum’at, adakala yang mengatakan setelah
ashar jum’at dan malam jum’at.
Suatu kebaikan, seseorang memohon didoakan
oleh orang yang shaleh dan baik hatinya. Nyatanya,Nabi sendiri pernah meminta
kepada sahabat Umar Bin Khatab R.A. untuk selalu didoakan dengan pernyataan “Pikirkan
aku dalam doamu dan jangan lupakan aku dalam doamu”. Nabi Muhammad seorang yang
mempunyai derajat tinggi itu masih ingin untuk didoakan dan ini menunjukan akan
sifat ketawadhuan Nabi.
Bahkan suatu riwayat menceritakan, bahwa
Nabi berpesan kepada Umar agar Umar memohon didoakan untuk diampuni dosa-dosa
kepada seseorang yang akan berkunjung, berasal dari Yaman, namanya Quraisy
Al-Qarani. Ia adalah putra seorang ibu
tua dan ia sangat menghormati dan mengabdikan dirinya kepada ibunya. Anak itu
pernah mengalami penyakit dan akhirnya disembuhkan oleh Allah.
Suatu saat, waktu itu datang. Umar kedatangan
rombongan tamu dari Yaman, saat itu Umar teringat pesan Rasulullah. Lalu Umar
bertanya pada rombongan itu”Dari Mana Kalian ?, “dari Yaman. “Suku mana
?”, Suku Al-Qaroni”. Apakah ada seseorang bernama Quraiys ?”. Dijawab “Ada,”.
Lalu Umar bertanya kepada Quraisy “ Wahai Qurais, apakah kamu mengabdi kepada
ibumu setlus-tulusnya?. ” Ya”. “Doakan aku wahai pemuda, agar dosa-dosaku diampuni.”
Inti
dari cerita diatas yakni bahwa tidak diperbolehkan seseorang meremehkan doa. Tidak
hanya mengandalkan usaha. Orang berusaha tanpa doa adalah orang sombong dan
sebaliknya orang berdoa tanpa usaha adalah bohong. Maka dari itu manusia
diperintahkan untuk berusaha dan berdoa agar apa yang dia inginkan dapat
tercapai. Karena suatu permohonan, adakalanya dikabulkan atau diberikan
langsung dan adakalnya ditunda atau disimpan untuk akhirat nanti.
Itulah sekilas penjelasan yang diberikan
Ustadz Abdul Hadi kepada seluruh jamaah shalat Isya dan Tarawih tentang makna
pentingnya berdoa di Masjid Al-Ghazali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar